Executive Brief, Selasa 20 Januari 2026. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi (Dr. Hj. Lely Ana Ferawati Ekaningsih, S.E.,M.H., M.M., CRP) turut serta dalam kegiatan Konsolidasi Asia Small Business Federation (ASBF) Jawa Timur yang diselenggarakan sebagai upaya penguatan sinergi dan koordinasi antar pemangku kepentingan dalam pengembangan usaha kecil dan menengah di wilayah Jawa Timur.

Kegiatan konsolidasi ini dihadiri oleh berbagai unsur strategis, di antaranya Perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Dr. Haryo Bimo Bramantyo, S.H., M.Kn., yang menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha dalam memperkuat ekosistem UMKM yang berdaya saing. Turut hadir pula Perwakilan BPSDMP Komdigi, Dr. Ir. M. Adhi Prasnowo, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng, yang menekankan peran transformasi digital dalam meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan usaha kecil.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan A. Mufid Wahyudi, Dipl. Adv., B.A., CPBC., selaku Advisor ASBF Pusat, yang memberikan arahan strategis terkait peran ASBF dalam mendampingi pelaku usaha kecil agar mampu berkembang secara profesional, adaptif, dan berorientasi global.
Konsolidasi ASBF Jawa Timur ini diikuti oleh sekitar 50 perwakilan pengurus ASBF dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Forum ini menjadi wadah strategis untuk menyamakan visi, memperkuat jejaring kelembagaan, serta merumuskan langkah konkret dalam mendukung penguatan UMKM di daerah masing-masing.
Tujuan pertemuan ini adalah mengonsolidasikan pembentukan dan koordinasi Asia Small Business Federation (ASBF) Jawa Timur sebagai jejaring strategis penguatan UMKM berbasis agregator, sekaligus mendukung city branding kabupaten/kota menuju level Asia dan global.
Dukungan Pemerintah Daerah
Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur menyatakan dukungan penuh dan kesiapan menjadikan ASBF sebagai mitra kolaborasi strategis.
Kolaborasi diarahkan untuk:
• Optimalisasi program prioritas UMKM di tengah keterbatasan anggaran daerah
• Sinkronisasi kebijakan pemerintah daerah, provinsi, dan jejaring Asia
• Pendekatan kerja yang konkret, efisien, terukur, dan berkelanjutan (sustain)
Pemerintah daerah mendorong agar ASBF memiliki target tahunan yang jelas hingga 2029, dengan dampak nyata bagi UMKM Jawa Timur.
Konteks Strategis
ASBF merupakan organisasi mandiri tingkat Asia Pasifik (14+ negara) yang berperan sebagai aggregator usaha kecil. Jawa Timur diposisikan sebagai regional model, melalui kolaborasi akademisi – pelaku usaha – pemerintah (triple helix).
Keputusan Kunci
1. Struktur Kepengurusan Daerah
Setiap kabupaten/kota membentuk kepengurusan minimal 9 orang, mencakup:
• Chief Executive Area
• Area Secretary
• Area Treasurer
• Director Government Relations
• Director International Relations
• Director Corporate Relations
• Director Campus Relations
• Director Organization
• Director Academic & Research
Kepala Dinas Koperasi atau Bupati/Wali Kota dianjurkan sebagai Advisor.
2. Pendekatan Kolaboratif Proaktif
Area didorong langsung berkoordinasi dengan Dinas Koperasi kabupaten/kota sebagai mitra, tanpa menunggu proses birokrasi berjenjang.
3. Program Prioritas ASBF
Sertifikasi ASBF
Modul lokal (gratis, wajib) dan modul internasional (berbayar, kuota terbatas).
Pelatihan direncanakan awal Maret, dengan seremoni sertifikat pada
ASBF Summit – Bali, 23–25 April.
BELLA Awards
Penghargaan internasional bagi perempuan penggerak bisnis (agribisnis, UMKM, akademisi, inovator).
Tindak Lanjut Utama (Next Steps)
• Perwakilan Wilayah
Membentuk kepengurusan daerah (min. 9 orang), mengirim nama & kontak ke Meithiana, serta memulai audiensi dengan Dinas Koperasi setempat.
-Peserta Sertifikasi
Mendaftar modul sertifikasi (lokal/internasional) dan konfirmasi kuota.
-Nominasi BELA Awards
Mengajukan kandidat perempuan penggerak UMKM melalui Meithiana.
-Koordinasi Internal
Seluruh peserta bergabung dalam WhatsApp Group resmi ASBF Jawa Timur.
-Target Waktu
Formasi kepengurusan daerah diselesaikan ±1 minggu. (Tanggal 28 Januari 2026)

Kehadiran Dekan FEBI UIMSYA Blokagung Banyuwangi dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen FEBI dalam mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan serta memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam pemberdayaan UMKM. Melalui sinergi dengan ASBF dan berbagai pemangku kepentingan, FEBI UIMSYA diharapkan dapat terus berkontribusi dalam penguatan literasi bisnis, kewirausahaan, dan ekonomi syariah di Jawa Timur.
